Banpres Era SBY Tidak Jelas Kabarnya, Nelayan Puger Lapor Polisi

Kapolres jember saat memberikan keterangan pers
Kapolres jember saat memberikan keterangan pers

GRESIKTIMES, JEMBER – Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 1 miliar yang diberikan  Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada nelayan Puger, Jember, pada Juli 2013 dilaporkan ke polisi oleh Jupri, salah satu nelayan asal Puger.

Menurut Jupri, bantuan presiden di era SBY itu diberikan untuk nelayan Puger  dengan harapan nelayan di Puger bisa meningkat kesejahteraannya. Namun, menurut  Jupri, penyaluran ini tidak jelas. Terlebih bantuan tersebut diberikan melalui dua koperasi yang dinilai tidak sehat.

“Bantuan presiden itu diberikan melalui dua koperasi yang ada di Puger. Masing-masing koperasi mendapat 500 juta. Padahal tujuan bantuan presiden tersebut untuk mengelola TPI (tempat pelelangan ikan) agar ikan hasil nelayan bisa dibeli langsung secara tunai dan nelayan tidak tergantung pada pengambek atau blantik,” ujar Jupri.

Jupri menyayangkan bantuan tersebut dilewatkan koperasi yang tidak sehat. Terlebih selama ini koperasi yang ditunjuk untuk mengelola dana banpres tidak pernah menggelar rapat anggota tahunan atau RAT. Bahkan menurut Jupri, pihak koperasi juga tidak bisa mempertanggungjawabkan bantuan presiden tersebut.

 “Lha koperasinya tidak pernah menggelar RAT, kok bisa-bisanya dipecaya mengelola dan bantuan presiden. Bahkan sekarang pertanggungjawaban dana tersebut juga semakin tidak jelas,” tambah Jupri.

Sementara, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo kepada sejumlah wartawan berjanji bahwa pihaknya akan menginventarisasi  laporan nelayan tersebut dan segera menindaklanjuti. Apalagi kasus tersebut terjadi pada tahun 2013.

“Sudah lapor ke polisi ya. Akan kami cek dan inventarisasi. Dan dalam dua tiga hari ini akan kami sampaikan hasilnya kepada teman-teman media,” ujar kapolres, Jumat (11/1/2019).

Seperti diketahui, bantuan presiden ini diberikan di era pemerintahan Presiden SBY saat melakukan kunjungan  ke Puger pada 31 Juli 2013 yang lalu. Bantuan tersebut untuk menambah permodalan nelayan agar tidak terlilit utang kepada rentenir. (*)

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top