Bertahan, Warung Brintik Jadi Langganan Artis dan Pejabat

Menu favorit Semur Daging warung Brintik Legendaris
Menu favorit Semur Daging warung Brintik Legendaris

GRESIKTIMES, MALANG – Tak sedikit kuliner legendaris yang ada di Kota Malang dan sampai sekarang masih buka. 

Salah satunya Warung Brintik yang masih eksis. Nama Brintik sendiri berasal dari sebutan pemilik warung bernama Napsiah. 

Konon ceritanya diberi nama Brintik karena rambut pemilik warung Brintik ini memiliki rambut keriting. 

Panggilan Brintik itu sendiri berasal dari pelanggan lama warung yang mayoritas merupakan dari etnis China.

"Pelanggannya itu dulu banyak cinanya, mau panggil bu Napsiah itu kesusahan, panggilnya cuman bu, bu, brintik, brintik, soalnya buyut itu keriting, makanya dipanggil brintik, terus warungnya dikasih nama warung brintik" ujar Maslicha Hasyim pemilik warung Brintik.

Maslicha sendiri merupakan generasi ke tiga yang meneruskan usaha warung legendaris Brintik tersebut. 

Sedangkan warung ini sendiri sudah diwariskan oleh generasi keempatnya, anak dari Maslicha.

Namun karena anak tersebut sedang bekerja di Jakarta, warung ini kini dipegang kembali oleh generasi ketiganya tersebut.

Untuk mempertahankan keasliannya secara turun temurun, pengolahan masakan di warung ini masih menggunakan arang hingga sekarang.

Penggunaan arang tersebut diperuntukkan agar mendapatkan rasa yang lebih legit dan bumbu yang lebih meresap.

"Dari buyut dulu memang pake arang, soalnya rasanya lebih legit, empuk renyah, enak sedep gitu rasanya, kalo kompor cuma buat manasin aja," ujar Maslicha

Menunya sendiri ada nasi rawon daging dan semur daging yang menjadi favorit pelanggan. Daging yang digunakan pun bukan daging sapi sembarangan, namun menggunakan daging gandik pilihan terbaik. 

Hal tersebut dilakukan agar kualitas cita rasa dari masakan tetap terjaga. Sedangkan daging gandik sendiri merupakan bagian paha sapi paling luar.

Mulai berdiri di tahun 1942, warung Brintik ini sudah dikunjungi para artis dan tokoh ternama. Seperti Tinton Suprapto, pembalap mobil asal Indonesia, yang menjadi pelanggan setia warung ini. 

Maslicha menuturkan bahwa setiap ke Malang, Tinton selalu mampir ke warung Brintik ini, bahkan jika ada saudara atau rekannya yang sedang di Malang ia selalu menitip oleh - oleh semur daging dengan porsi yang banyak. 

"Saya pernah melayani di Sentul, semur juga. Kalo ke sini pasti bungkus banyak," tambahnya

Kemudian masih banyak lagi tokoh ternama seperti mantan Wali Kota Batu Edi Rumpoko yang sering berlangganan di sini serta artis dan tokoh ternama lainnya.

Tak hanya menu semur dan rawon saja yang disediakan di warung ini. Namun ada pilihan menu lain seperti bumbu rujak ayam, kare auam kampung, dan nasi campur. 

Untuk harganya sendiri ia pukul rata setiap porsi dengan harga Rp 27.500. Namun, di warung ini juga bisa membeli hanya lauknya saja dengan harga Rp 47.500 setiap porsinya yang sangat banyak untuk lauk semur dan rawon. 

Kemudian harga Rp 25.000 untuk menu bumbu rujak dan kare. Dengan harga tersebut, tentunya sesuai dengan rasa yang diberikan, karena kualitas bahan yang digunakan sangat dijaga.

Bahkan, untuk menu ayamnya sendirk ia menggunakan daging ayam kampung yang memiliki rasa yang lebih lezat daripada daging ayam potong.

Di era modernisasi saat ini, Maslicha mengaku warungnya tidak pernah sepi pelanggan. 

Hanya saja saat ini pelanggan ramai berdatangan ke warung Brintik yang buka dari jam 5.00 sampai 16.00 WIB ini. 

Hanya pada jam tertentu saja, seperti pagi waktu sarapan, siang di jam istirahat dan sore menjelang ashar hingga tutup. 

Namun, diluar waktu tersebut ia menuturkan bahwa masih ada banyak pesanan yang minta dikirim ke rumah pelanggan. 

Biasanya pelanggan memesan mengunakan jasa ojek online (ojol) dan ada juga yang memesan langsung ke warung yang bisa diantarkan oleh anak Muslicha jika pesanan berjumlah 3 porsi atau lebih.

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top