Kembali Dibuka, Pendakian Gunung Semeru Terbatas 600 Orang Per Hari

Gunung Semeru (AFP PHOTO)
Gunung Semeru (AFP PHOTO)

GRESIKTIMES, MALANG – Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru kembali membuka jalur pendakian Gunung Semeru pada 12 Mei 2019 mendatang. Pendakian sempat ditutup sejak 3 Januari 2019 lalu untuk pemulihan ekosistem dan faktor cuaca ekstrem. Meski demikian, BB TNBTS melakukan pembatasan jumlah pendaki yang naik di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. 
 

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat mengungkapkan, keputusan pembukaan jalur pendakian tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilakukan seluruh stakeholder terkait. "Jalur pendakian Gunung Semeru sejak tanggal 12 Mei 2019 dibuka kembali dengan beberapa catatan," ujar Sarif.
 

Pertama, batas aman pendakian hanya sampai di Pos Kalimati atau sekitar 2,7 kilometer dari Puncak Mahameru. Batas tersebut merupakan rekomendasi dari Pos Pengamatan Gunung Api Gn. Semeru Gunung Sawur, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi. Kedua, pendaki yang diperbolehkan naik adalah yang telah terdaftar sebelumnya. 
 

Pendaftaran tersebut, merupakan upaya koordinasi dalam menciptakan zero accident (nihil kecelakaan) dan zero waste (nihil sampah) di Gunung Semeru. "Saat ini batasan jumlah pendaki di Gunung Semeru adalah 600 orang per hari. Untuk itu, sebelum datang kami harap untuk melakukan pendaftaran online agar tahu apakah masih ada kuota untuk tanggal yang dijadwalkan," sebutnya.
 

"Pembatasan itu juga untuk menjaga ekosistem alami Gunung Semeru, serta faktor pengawasan dan keamanan," lanjutnya. Syarif menguraikan, popularitas Gunung Semeru sebagai jujukan wisata khusus semakin naik dari tahun ke tahun. Pada 2018 lalu, terdata ada 280.978 pendaki nusantara dan 5.118 pendaki mancanegara yang menjajal trek gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu. 
 

Sebelum melakukan pembukaan jalur pendakian, lanjut Sarif, pihak BB TNBTS telah melakukan sejumlah kegiatan persiapan. Di antaranya yakni pengecekan atau survey jalur pendakian, perbaikan sarana dan prasarana, rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, juga pelatihan kesiapsiagaan bencana. "Kami memastikan bahwa jalur pendakian Gunung Semeru layak dan kondusif untuk kegiatan pendakian," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top