PPDB Menggunakan Zonasi, Ujian Nasional Tak Lagi Penting?

Salah satu cuitan warganet mengenai PPDB 2019 di Twitter. (Foto: Twitter)
Salah satu cuitan warganet mengenai PPDB 2019 di Twitter. (Foto: Twitter)

GRESIKTIMES, MALANG – Syarat Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ini adalah jarak dari rumah ke sekolah. Sedangkan hasil ujian nasional bukanlah menjadi penentu. Lantas, apakah itu artinya hasil ujian nasional menjadi tidak penting?

Masyarakat pun kemudian banyak yang menganggap keseriusan anak dalam belajar demi ujian adalah sia-sia belaka. Salah satunya terlihat dalam cuitan Agung Santoso dalam Twitternya.

"Daftarin anak sekolah ke smp 2019.. yang diambil zonasi terdekat dr sekolah..  trus apa gunanya anak belajar mati2an ujian kelulusan... Toh mau pinter mau goblok asal deket sekolah smp negeri pasti diterima .. @infomalang @PuspitaFM #anakmasuksmp #dinaspendidikankotamalang," tulis @agoengsantoso.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menepis anggapan tersebut. Menurutnya, Ujian Nasional sangat penting walaupun tidak menentukan kelulusan. "Itu sangat penting walaupun tidak menentukan kelulusan. Karena nanti akan dilampirkan di dalam student record, rekaman studi," ujarnya saat ditemui di SMPN 1 Malang belum lama ini.

Dikatakan Muhadjir, justru banyak sekali lembaga-lembaga yang lebih memperhatikan hasil ujian nasional anak dibanding rapor. "Jadi jangan dibilang tidak penting. Terutama untuk yang melanjutkan ke luar negeri, rata-rata yang diperhatikan adalah hasil ujian nasionalnya," tandasnya.

Yang diujikan dalam ujian nasional sendiri adalah beberapa pelajaran yang memang merupakan konvensi internasional, di mana dalam bidang itu setiap anak seluruh dunia harus mencapai tingkat standar tertentu. "Terutama 3, yaitu matematika, ipa, dan literasi atau bahasa," imbuhnya.

Hampir semua negara, lanjutnya, pasti melihat 3 bidang tersebut sebagai pertimbangan. Untuk itulah Kemendikbud memasukkan 3 bidang itu di dalam ujian nasional. 

Untuk itu, Muhadjir menegaskan, jangan sampai mengira ujian nasional tak lagi penting lantaran bukan menjadi penentu penerimaan siswa. "Jadi jangan dikira tidak penting. Karena nanti anak itu ke mana-mana akan dijadikan dasar pertimbangan, terutama oleh pihak-pihak yang memang mengakui bahwa ujian nasional itu adalah merupakan kemampuan real, kemampuan murni dari siswa itu," pungkasnya.

Perlu diketahui, zonasi sendiri akan menjadi basis untuk seluruh perbaikan dan penyempurnaan sistem pendidikan di Indonesia. Mulai dari kurikulum, guru, sebaran peserta didik, hingga kualitas sarana prasarana, semuanya diharapkan akan merata.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top