Penutupan Jalan Umum, Namun Dibuka Khusus untuk Tamu Hotel Maxone, Ini Penjelasan Manajemen Hotel

Jalan depan Hotel Maxone yang dilakukan pembuntuan dengan papan dan rantai besi (ist)
Jalan depan Hotel Maxone yang dilakukan pembuntuan dengan papan dan rantai besi (ist)

GRESIKTIMES, MALANG – Ketika melintasi kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto, Rampal Celaket, Klojen, Kota Malang, tentunya para pengguna jalan bakal menemui pembatas-pembatas jalan yang membagi jalan menjadi tiga lajur jalan. 

Pembatas-pembatas jalan tersebut, beberapa terputus karena memang digunakan sebagai akses putar arah atau digunakan sebagai U-Turn.

Namun saat melintasi kawasan tersebut, ada hal yang sempat memancing perhatian. Salah satu U-turn, tepatnya dekat sebuah Hotel bernama Max One, melintang sebuah papan yang juga dikaitkan rantai besi dengan  panjang kira-kira lima meter. Dan pada papan yang berdiri kokoh tepat di tengah sendiri, terdapat tulisan 'untuk tamu Hotel Maxime Malang'.

Dari situ, menggelitik MalangTIMES yang saat itu melewati kawasan tersebut, usai meliput aksi tempel stiker peringatan pada bedak pedagang yang tak tertib di empat pasar. Saat melihat, adanya papan bertuliskan 'untuk tamu Hotel Maxone Malang' dan rantai besi yang melintang pada U-Turn tersebut, terlintas di pikiran wartawan MalangTIMES, bahwa jalan tersebut merupakan jalan umum.

Lalu dalam hati, kemudian muncul pertanyaan, kenapa ada pembatasan jalan?, dan kemudian ada juga papan bertuliskan untuk tamu Hotel Maxone Malang? Apakah akan atau U-Turn tersebut sudah dibeli oleh pihak Hotel? Dari situ, rasa penasaran  semakin menggelitik  MalangTIMES.

Sebab, ketika pengendara berada di jalur tengah, kemudian ingin berbelok kiri langsung menuju ke hotel ataupun gang yang ada tepat di samping Hotel Maxone, para pengendara tak bisa langsung berbelok, mereka harus berputar pada U-Turn depannya.

Namun sekali lagi, yang menggelitik adalah pembuntuan jalan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan yang muncul mengenai pertanyaan mengenai hal tersebut, kemudian MalangTIMES coba untuk menanyai salah satu pengendara yang berada di dekat lokasi adanya pembuntuan jalan dengan papan bertuliskan untuk tamu Hotel Maxone dan rantai besi tersebut.

Pengendara asal Sukun yang enggan menyebutkan namanya ini, mengatakan "Ya aneh juga ya jalannya kok dipalangi papan sama rantai. Kan itu masuk jalan umum. Tapi nggak tau lagi kalau sudah ada koordinasi atau izin dengan pihak terkait," jelasnya.

Dari situ, MalangTIMES yang masih penasaran, kemudian selanjutnya mencoba mencari konfirmasi kepada pihak manajemen hotel perihal pembuntuan jalan tersebut. Manajemen Hotel Maxone David Yudrinasyah, mengatakan, jika pada jalan tersebut, penutupan bukanlah kemauan dari pihak Hotel Maxone.

Penutupan justru  merupakan atas permintaan pihak Polres Malang Kota dan juga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Mengenai alasan permintaan penutupan, dikatakan David, terkait seringnya terjadi pelanggaran lalu lintas oleh warga sekitar.

"Maaf, sebenarnya bukan dari pihak Maxone yang menutup atau membuat portal di sana. Akan tetapi permintaan dari Polres dan Dishub. Hal itu terkait dengan adanya pelanggaran lalu lintas (lalin)," ungkapnya ketika dikonfirmasi MalangTIMES (21/5/2019).

Ketika ditanya MalangTIMES mengenai detail dari pelanggaran lalin tersebut, dijelaskan David, jika disamping dari Hotel Maxone, terdapat sebuah gang yang memang akses dari perkampungan warga. Dan dulunya, sebelum adanya penutupan jalan, seringkali warga melakukan pelanggaran lalin.

Warga yang keluar dari gang dan ingin menuju arah selatan, langsung belok kanan kemudian menyebrang jalan yang saat ini dibuntu. Kemudian warga menyebrang lagi pada U-Turn yang posisinya ada di depannya. Posisi U-Turn sendiri juga tidak sejajar lurus dengan jalan yang dibuntu.

"Jadi di depan jalan yang dibuntu itu kan ada U-Turn. Nah warga yang dari gang sering belok kanan, kemudian langsung nyebrang ke arah U-Turn di depannya, itu dinilai membahayakan," terangnya

Lanjutnya, sebenarnya, dengan adanya pembuntuan tersebut, pihaknya justru merasa dirugikan. Pasalnya, kendaran besar seperti bus, tidak bisa masuk ke area hotel. Sehingga, kemudian ada buka tutup ketika ada kendaraan besar yang akan menuju Hotel Maxone.

"Sebenarnya kita malah rugi. Kendaraan bus jadi nggak bisa masuk. Karenanya kemudian ketika ada kendaraan besar yang dari arah Polres, menuju hotel, kemudian penutup jalan dibuka," bebernya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, mengenai dengan adanya penutupan jalan ini, pihak Kasatlantas Polres Malang Kota, AKP Ari Galang Saputro masih belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi oleh MalangTIMES melalui sambungan Whatsapp, meskipun dalam status pesan sudah terkirim.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top