Jakarta Chaos, Demo Bawaslu Libatkan Batu, Petasan, hingga Peluru, Simak Video-videonya

Screenshot video. (istimewa)
Screenshot video. (istimewa)

GRESIKTIMES, MALANG – Sejumlah massa yang menggelar aksi demo di depan Kantor Bawaslu RI tak kunjung mereda hingga dini hari. Bahkan situasi masih memanas hingga subuh. Massa dengan polisi terlibat aksi saling serang.

Dalam video-video yang beredar, tampak pendemo melempari batu-batu, petasan, dan kembang api. Jakarta terlihat rusuh, api pun tak dapat dihindari, terlihat membakar beberapa mobil yang ada di lokasi.

Polisi pun meluncurkan gas air mata, bahkan di beberapa video ditemukan adanya peluru, salah satunya mengenai pendemo. Kata-kata "Rezim sialan!", "Rezim an**ng!", hingga takbir "Allahuakbar!" pun berkali-kali terdengar dari mulut massa.

Dari sisi jalanan, di salah satu video dari sudut pandang massa yang berlindung di balik mobil-mobil, api besar terlihat menyalang membakar beberapa mobil. Suara tembakan gas air mata terdengar berkali-kali. Di situ terlihat massa melempari batu ke arah polisi. Salah satu pelempar bahkan melempari batu sambil merekam aksinya melalui handphone. Kalimat-kalimat takbir, "Allahuakbar!" terlontar seiring dengan dilakukannya aksi mereka.

"Bakar mobil semuanya! Bakar mobil semuanya! Bakar mobil semuanya!"

Kalimat itu juga terdengar dari salah satu pendemo yang perekam video tersebut.

"Ini situasi pertempuran saat ini. Mohon doanya dari Saudara-saudara Ikhwan-ikhwan yang ada di daerah. Pertempuran di asrama Brimob. Kita dihajar habis-habisan. Pakai peluru tajam," ujarnya.

Di akhir video, terlihat salah satu pendemo tumbang di jalanan. Dua orang berusaha menolong, tetapi mundur karena terkena serangan.

 

 

Dalam sudut pandang lain, terlihat jelas dua mobil terbakar. Massa berkali-kali menyerang melempari petugas. Perekam video terdengar berkata, "Asrama Brimob, Asrama Brimob."

 

 

Keterlibatan peluru terlihat pada salah satu video. Dalam video tersebut satu bukti peluru ditunjukkan oleh salah seorang pendemo.

 

 

"An**ng! Polisi An**ng! Dia tembakkan peluru tajam," ujarnya.

Massa pun menggemakan takbir berkali-kali, "Allahuakbar!"

Perekam video kemudian menunjukkan wajahnya. Dengan berbalut kain hijau yang menutupi kepala dan masker, dirinya berkata bahwa tak hanya gas air mata yang ditembakkan ke mereka, namun juga peluru.

"Ternyata, bukan hanya gas air mata saja yang ditembakkan ke kami, ternyata itu peluru tajam. Ternyata mereka memakai peluru tajam. Biadab polisi!" ujarnya sambil batuk-batuk dan meminta air.

Dalam video tersebut kemudian terlihat salah seorang warga bertelanjang dada yang tak sadarkan diri dibopong.

Sang perekam pun lebih lanjut menyerukan kepada kaumnya yang ada di daerah, "Bakar semua kantor polisi!" ucapnya.

Video lain memperlihatkan salah satu korban tembakan peluru yang dilarikan ke rumah sakit.

 

 

"Rezim biadab! Rezim biadab! Ini peluru tajam digunain untuk mbunuh rakyat!" ucap perekam video.

Para petugas rumah sakit pun langsung menanganinya. Salah satu orang yang menemani korban menyatakan, "Langsung diviralkan saja," ucapnya.

 

 

Kerusuhan juga terlihat di salah satu video di Jalan Raya Otista. Suara tembakan berkali-kali terdengar. Terlihat juga lemparan-lemparan petasan. Para pengendara motor dan mobil yang lewat menghindari jalan tersebut.

"Sob, Otista chaos ni, Sob! Ayo, Sob! Diserang habis ini, Sob!" ujar perekam video tersebut.

 

 

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top