Pembacokan saat Malam Takbiran Ternyata Dipicu Hal Ini

Kapolresta saat menanyakan kronologi pembacokan malam takbiran ke kedua tersangka  (Agus Salam.Jatim TIMES)
Kapolresta saat menanyakan kronologi pembacokan malam takbiran ke kedua tersangka (Agus Salam.Jatim TIMES)

GRESIKTIMES, PROBOLINGGO – Pembacokan di malam takbir yang dilakukan M Syahriful Munir alias Monyet (18) dan Aik Fauzi Purnamadani alias Dalbo (20) Selasa (4/6) malam lalu, bukan pembunuhan berencana. Tetapi dilakukan spontan, setelah Syahriful Munir mengetahui Bahrul, sepupunya digebuki warga hingga pingsan.

Hal tersebut diungkap Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal Senin (10/6) siang, saat pers rilis kasus penganiayaan yang diakhiri pembacokan tersebut. Karenanya, tersangka M Syahriful Munir, dijerat pasal 338 Sub 354 Ayat (2) KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Sedang Aik Fauzi Purnamadani dijerat  pasal 351 Ayat (3) KUHP yakni, pasal turut serta.

Kapolresta mengakui, kalau ekskutor Munir sempat pulang mengambil clurit di rumahnya. Namun, pembacokan yang dilakukan tidak tergolong pembunuhan berencana. Mengingat, ia akan membalas warga yang memukuli sepupunya. “Memang pelaku sempat pulang mengambil clurit. Tapi pembunuhannya tidak direncanakan. Pelaku ingin membalas warga yang memukuli sepupunya.Tersangka tidak tahu, siapa yang akan dibacok,” tandasnya.

Kebetulan, malam itu hanya M. Fahrur Rozi Aminullah (24) yang berada di pinggir jalan. Sehingga Munir langsung menyabetkan clurit yang dibawanya hingga korban meninggal dan pelaku langsung kabur. 

Disebutkan, aksi pembacokan yang berakibat korban tewas, dipicu bentrok antar 2 kelompok, Selasa (4/6) sekitar pukul 20.00. Pertengkaran mulut hingga terjadi saling pukul antara kelompok warga dengan kelompok geng motor itu, dipicu bunyi knalpot brong.

Warga yang usai takbir menggelar bakar ikan di pinggir jalan Lumbang, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Merasa terganggu dengan suara knalpot brong keras (Bleyer-bleyeran) warga risih. Mereka kemudian menegur dengan suara keras, agar tidak menggangu warga yang tengah takbiran. “Kelompok geng motor tidak terima. Mereka berhenti dan terlibat adu mulut dilanjut tawuran,” tandas kapolresta.

Adu pukul berhenti setelah Bahrul salah satu kelompok geng motor jatuh pingsan, akibat dipukul warga. Kelompok yang mengendarai sepeda motor dari arah utara itupun kabur ke arah selatan, dan meninggalkan Badrul yang tak sadarkan diri. Tak berapa lama, 2 anggota geng motor yakni M. Syahriful Munir (18) warga Dusun Kapasan RT 23 RW 09 Desa Tongas Wetan dan Aik Fauzi Purnamadani (20) warga Dusun Tombol RT 13 RW 5 Desa Tongas Kulon, tiba di lokasi kejadian.

Tanpa banyak bicara, Syahriful Munir yang dibonceng Aik Fauzi Purnamadani dari arah selatan meminta kendaraannya ke arah kanan ayau timur. M. Fahrur Rozi Aminullah (24) yang berada di pinggir jalan, langsung dibacok oleh tersangka S. Munir. Dengan satu kali sabetan, korban roboh tak sadarkan dan oleh warga langsung dibawa ke Rumah Sakit Tongas. “Habis membacok, kedua pelaku lari ke utara. Dipertigaan belik kiri atau ke barat. Dua tersangka ini kami amankan di Desa lekok, Pasuruan sekitar pukul 03.00,” jelas kapolresta.

Ditambahkan, pelaku sebelum tawuran dengan warga dan membacok korban, pesta miras di sebuah warung. Di tengah perjalanan pulang, mereka bertemu dengan Bahrul bersama pacarnya. Mereka kemudian pulang dan lewat di jalan jurusan Lumbang, melintas di depan warga yang lagi bakar ikan. “Mereka bentrok dengan warga, akibat pengaruh minuman keras. Mereka tidak terima karena ditegor dengan suara keras,” pungkas AKBP Alfian.

Di hadapan kapolresta tersangka Munir mengaku, awalnya ke lokasi kejadian sendirian. Di tengah jalan, bertemu dengan  Aik Fauzi Purnamadani dan diajaknya. Aik yang mengendarai sepeda motornya, sedang Munir membonceng. “Saat di lokasi, saya lihat ada orang di timur jalan. Saya suruh Aik belok ke timur mendekati korban. Setelah dekat, langsung saya bacok dan saya lari,” katanya.

Munir mengaku kabur ke rumah budenya di Desa Lekok, Kabupaten Pasuruan. Ia tidak bercerita ke budenya, kalau habis membacok seseorang. Munir sempat berpesan ke warga, kalau ada polisi mencari, diberitahu kalau dirinya ada di rumah budenya. “Beneran ada polisi ke rumah bude. Sekitar jam 03.00. Saya langsung dibawa ke polresta. Saya sempat dilarang oleh ibu saat keluar bawa clurit. Tapi enggak saya hiraukan,” aku Munir ke Kapolresta di hadapan sejumlah wartawan.

Adapun Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan yakni, sebilah celurit jenis bulu ayam sepanjang 39 CM, 1 Unit sepeda motor yamaha vixion warna merah tanpa nopol serta dua pasang baju yang dikenakan pelaku M Syahriful Munir alias Monyet, 18 Warga Dusun kapasan, RT 23/RW 9, Desa Tongas Wetan dan juga Aik Fauzi Purnamadani alias Dalbo, 20 Dusun tambol, RT 13/RW 5, Desa Tonags Wetan.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top