Sampah Lebaran, Meningkat 6 Ton Sehari

Sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Jalan Gubernur Suryo, tinggal sedikit  (Agus Salam.Jatim TIMES)
Sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Jalan Gubernur Suryo, tinggal sedikit (Agus Salam.Jatim TIMES)

GRESIKTIMES, PROBOLINGGO – Jumlah sampah selama ramadan hingga lebaran, meningkat. Sampah yang masuk ke TPA (Tempat Penampungan Akhir) di 2018 rata-rata sebanyak 48.529 ton setiap hari. Sedang di waktu yang sama tahun ini (2019) bertambah menjadi 54.301 ton. Dengan demikian,  ada peningkatan jumlah sekitar 6 ton sehari.

Peningkatan tersebut disampaikan Budi Krisyanto, kepala Dinas Lingkungan Kota Probolinggo, Selasa (11/6) siang. Disebutkan, bertambahnya jumlah sampah dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat atau warga. Karenanya, jumlah sampah di 2019 lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yakni (2018). 

Alasannya, karena tahun ini pemkot menggelar acara kampung romadlon di alun-alun kota. Ditambah aktivitas yang sama di tempat lain, seperti pasar tahunan atau dadakan yang menjual aneka kebutuhan makanan dan minuman untuk buka dan sahur. “Penyebab sampah meningkat, karena aktivitas masyarakat bertambah. Seperti pasar ramadlan dan pasar dadakan disejumlah ruas jalan,” tandasnya.

Sedang penyumang paling banyak sampah adalah rumah tangga, disusul sampah di tempat keramaian seperti, pasar pusat perbelanjaan dan aktivitas seperti pasar ramadlan. Sedang sampah jalan atau industri, tidak begitu banyak. Meski jumlah sampah meningkat dan libur lebaran, namun masih bisa diatasi. “Petugas kami, gantian libur. Makanya meski sampah meningkat, masih bisa diatasi,” ujarnya  

Ditambahkan, saat ini pihaknya kekurangan petugas kebersihan. Budikris menyebut, Ada 26 ruas jalan yang tidak ada petugas kebersihannya (Tukang sapu). Jika dikalkulasi, dibutuhkan sebanyak 41 tenaga kebersihan. Pihaknya tidak menambah kekurangan petugas, karena ada larangan dari pemerintah pusat. “Ya, mau gimana lagi. Aturannya jkan tidak boleh merekrut pegawai baru,” tambahnya.

Selain itu, DLH juga kekurangan kendaraan atau armada. Transportasi sampah yang ada sudah tidak laik jalan alias banyak yang tidak layak, mengingat pengadaannya sudah lama. Pihaknya tahun ini akan mengajukan pengadaan armada baru. “Kami ngajukan tahun ini. Mudah-mudahan diisetujui. Armada angkut sampah kami, banyak yang tidak layak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Budikkris juga menjelaskan, sampah di wilayahnya tidak hanya 54 ribu ton sehari. Sampah sebanyak itu, adalah sampah yang masuk ke Tempat Penampungan Akhir (TPA). Sementara, sampah yang tidak diangky ke TPA Jalan Anggrek, jumlahnya lebibih banyak. “Ada sekitar 170 ton dalam sehari.,” katanya

Jumlah sampah sebanyak itu, setara dengan jumlah penduduk Kota Probolinggo yang sekitar 240 ribu jiwa. Jika diasumsikan per jiwa menghasilkan sampah 0,7 Kilo gram sehari (Penghitungan Nasional) maka sampah yang dihasilkan sekitar 170 ribu Kilo. “Sampah secara keseluruhan di wilayah kami, sekitar 170 ton. Yang diangkut ke TPA hanya 54 ton. Sisanya yang lebih banyak ada di masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top