Lebihi Target, Inilah 3 RSUD Penyumbang PAD Situbondo Terbesar

Wabup Situbondo Ir. H. Yoyok Mulyadi MSi pakai baju batik saat diwawancarai wartawan usai rapat paripurna di DPRD Situbondo (Foto Heru Hartanto/ SitubondoTIMES)
Wabup Situbondo Ir. H. Yoyok Mulyadi MSi pakai baju batik saat diwawancarai wartawan usai rapat paripurna di DPRD Situbondo (Foto Heru Hartanto/ SitubondoTIMES)

GRESIKTIMES, SITUBONDO – Wakil Bupati Situbondo Ir. H. Yoyok Mulyadi MSi, saat menyampaikan nota pengantar pertanggung jawaban APBD tahun 2018 pada rapat paripurna di DPRD Situbondo menjelaskan bahwa, Pendapatan Asli Daerah (PAD) APBD tahun 2018 lalu melebihi target. 

“Tiga rumah sakit milik Pemkab Situbondo jadi menyumbang PAD terbesar,” jelas Wabup Yoyok di hadapan anggota dewan, Rabu (12/06/2019).

Dalam sidang paripurna DPRD kemarin, Wabup Yoyok juga menjelaskan bahwa PAD tahun 2018 yang tercover di APBD Situbondo mencapai Rp 187.287.000 (seratus delapan puluh tujuh milyar dua ratus delapan puluh tujuh juta rupiah).

“Jumlah tersebut melebihi target yang telah ditentukan Pemkab Situbondo sebesar Rp 178.279.000 (seratus tujuh puluh delapan milyar dua ratus tujuh puluh sembilan juta rupaih). Dengan demikian ada peningkatan PAD 9 miliar 7 juta rupiah lebih,” papar wabup.

Adapun, lanjut Wabup Yoyok, penyumbang PAD terbesar berasal dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), antara lain Rumah Sakit Umum Daerah dr Abdoer Rahem Situbondo, RSUD Asembagus dan RSUD Besuki serta Puskesmas. “Pendapatan dari BLUD ini mencapai Rp 110.131.000 (seratus sepuluh milyar seratus tiga puluh satu juta rupiah). Sedangkan pendapatan paling rendah berasal dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan seperti Perusahan Daerah (Perusda). Pendapatan dari beberapa Perusda milik Pemkab Situbondo hanya menyumbangkan PAD sebesar Rp 4.177.000 (empat milyar seratus tujuh puluh tujuh juta rupiah),” bebernya.

Wakil Bupati Yoyok juga menjelaskan bahwa, APBD tahun 2018 silam sebesar Rp 1.755.587.000 (satu triliyun tujuh lima-lima milyar lima ratus delapan puluh tujuh juta rupiah). APBD tersebut bersumber dari transfer Pemerintah Pusat  sebesar Rp 1.515.955.000 (satu triliyun lima satu lima milyar sembilan ratus lima puluh lima juta rupiah), serta PAD sebesar Rp 187.287.000 (seratus delapan puluh tujuh milyar dua ratus delapan puluh tujuh juta rupiah).

Tak hanya itu saja yang disampaikan Wabup Yoyok di hadapan anggota dewan, namun dia juga menjelaskan berdasarkan hasil audit BPK, pengelolaan APBD Situbondo pada tahun 2018 mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 

"Pencapaian WTP ini tentu sangat membanggakan bagi kami lembaga eksekutif, karena menunjukan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo sudah cukup bagus,” tuturnya.

Walaupun demikian, sambung wabup, pencapaian opini WTP dari BPK RI, bukan berarti semua pengelolaan keuangan Pemkab Situbondo sudah bersih dan tanpa catatan. Karena masih ada beberapa temuan BPK yang harus tetap dievaluasi, diantaranya masalah pengelolaan keuangan desa. “Selain jadi temuan BPK, pengelolaan keuangan desa tersebut juga menjadi temuan inspektorat Kabupaten Situbondo,” bebernya.

Wabup Yoyok juga menjelaskan bahwa, banyaknya temuan BPK RI tentang pengelolaan keuangan desa tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya faktor SDM desa yang kurang mumpuni. Oleh sebab itu, Wabup Yoyok berjanji akan terus melakukan evaluasi dan monitoring agar pengelolaan dana desa tahun ini akan lebih baik lagi dari tahun-tahun lalu.

Pewarta : Heru Hartanto
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Situbondo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top