Gelombang Tinggi, Stok Ikan Laut di Pasar Tradisional di Malang Menipis

Para pedagang menyebut harga ikan laut yang tinggi berpengaruh pada turunnya permintaan pembeli. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para pedagang menyebut harga ikan laut yang tinggi berpengaruh pada turunnya permintaan pembeli. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

GRESIKTIMES, MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia pada akhir pekan ini. 

Jumlah nelayan yang melaut pun menurun sehingga stok ikan laut di pasar-pasar tradisional menipis, termasuk di Kota Malang.

Gelombang laut yang diperkirakan mencapai 6 meter tersebut juga terjadi di kawasan pantai selatan Jawa, termasuk Kabupaten Malang.

Faktor angin kencang, juga membuat nelayan memilih untuk memarkir kapalnya. 

Akibatnya, harga-harga ikan laut di pasaran naik sekitar Rp 5-10 ribu per kilogram. 

Di Pasar Besar Kota Malang, selain harga yang naik juga terjadi kelangkaan barang. 

Di kios-kios milik pedagang, beberapa jenis ikan laut yang familiar tidak tampak tersedia. 

Sebut saja ikan kakap putih, tengiri, marlin, dan kerapu. 

"Kan sejak seminggu terakhir ini katanya cuaca buruk dan gelombang, makanya ikan jarang. Ada tapi jumlahnya sedikit dan harganya mahal," ucap Alif Rizal, salah satu pedagang.

Menurut Alif, kelangkaan ini terjadi karena pasokan ikan dari TPI Sendangbiru, Kabupaten Malang, juga berkurang. 

"Di sini bisanya dapat dari Sendangbiru, juga dari kasawan pantai utara Lamongan, dan lain-lain. Sama-sama langka baik pantai selatan atau utara," sebutnya. 

Kelangkaan ini berimbas pada naiknya harga. Misalnya untuk jenis ikan kakap merah yang biasanya dibanderol harga Rp 60 ribu per kilogram, naik Rp 5 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram. 

Juga untuk jenis ikan dorang, dari harga sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram, kini dibanderol Rp 60 ribu per kilogram atau naik Rp 10 ribu.

Jumlah barang pun mengalami penurunan. Biasanya pedagang mampu memasok hingga 50 kilogram per jenis ikan laut. 

Namun, saat ini pedagang hanya mendapat jatah 15-20 kilogram per jenis ikan dari pemasok. 

"Sebenarnya ikan ini banyak yang cari, apalagi habis lebaran. Kan orang-orang mulai bosan makan ayam atau daging. Tapi karena harganya mahal, pembeli juga sedikit berkurang," paparnya.

Pada Jumat (14/6/2019) kemarin, BMKG merilis bahwa cuaca buruk dan gelombang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga Senin (17/6/2019) mendatang. 

Untuk kawasan Laut Jawa bagian tengah dan timur, tinggi gelombang berpeluang terjadi di kisaran 1,25-2,5 meter atau kategori sedang. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top