Gelar Kompetisi Startup Pertanian Banyuwangi untuk Regenerasi Petani

Bupati Anas saat menghadiri Agribusiness Startup Competition tahun 2018 lalu
Bupati Anas saat menghadiri Agribusiness Startup Competition tahun 2018 lalu

GRESIKTIMES, BANYUWANGI – Ajang Banyuwangi Agribusiness Startup Competition kembali digelar. Sebanyak 653 anak muda telah mendaftar secara online untuk mengikuti kompetisi perencanaan dan bisnis rintisan pertanian ini. Ajang ini rutin digelar tiap tahun sejak 2017. Pesertanya terus meningkat tiap tahunnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menyatakan, jumlah peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun bermakna anak muda tidak kehilangan minat pada dunia pertanian. "Seperti yang sering saya sampaikan, masa depan bukan hanya milik ASN, bankir, atau Youtuber, tapi juga anak muda yang berani masuk ke bisnis pertanian yang sering dipandang sebelah mata,” ujar Anas, Minggu (16/6/19).

Agribusiness Startup Competition menurut Anas adalah ikhtiar menarik minat generasi milenial agar terjun ke bisnis pertanian sekaligus untuk meregenerasi pelaku usaha pertanian. Regenerasi ini, kata Dia, penting karena 61 persen petani di Indonesia berusia 45 tahun ke atas.

Kompetisi tersebut juga untuk menarik minat anak-anak muda dengan kualifikasi pendidikan yang cukup memadai untuk mengakselerasi dunia pertanian. Data yang ada menunjukkan 72% petani berpendidikan SD. "Dari ajang ini dia berharap lahir petani-petani muda visioner dan melek teknologi, baik untuk peningkatan produktivitas, pengolahan pascapanen, maupun pemasaran pertanian,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan menambahkan, Agribusiness Startup Competition terdiri atas dua kategori, yaitu business plan (perencanaan bisnis) dan bisnis rintisan yang sudah berjalan. 653 anak muda yang mengikuti ajang ini membentuk tim dan mengirimkan 267 proposal. Pemenang akan meraih hadiah modal usaha Rp150 juta.

Tahun ini tidak hanya kalangan muda Banyuwangi yang mengikuti ajang ini. Tapi juga diikuti anak-anak muda dari berbagai daerah, mulai Makassar, Mataram, Yogyakarta, Jakarta, Malang, Jember, Batu, Bondowoso, Pasuruan, Kediri, Bangkalan, Bandung, Manado, hingga Semarang. ”Tapi mayoritas, 80 persen, tetap dari Banyuwangi karena memang itu sasaran utama kami,” kata Arief.

Saat ini, lanjutnya, sudah dipilih 54 finalis yang harus mempresentasikan proposalnya pada akhir Juni. Mereka juga mendapat materi workshop, mulai teknologi pertanian, pemasaran digital, manajemen keuangan petani muda, hingga pendekatan desain kemasan produk pertanian. Mentornya berasal dari berbagai kalangan, mulai ahli Badan Penerapan Pengkajian Teknologi (BPPT), perencana keuangan, hingga startup TaniHudi.

”Dengan workshop tersebut, kami berharap mereka tumbuh menjadi petani muda berdaya saing tinggi,” pungkas Arief.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top