Penasaran "Salju" di Bromo, Jumlah Wisatawan Naik Drastis

Wisatawan tengah berada di lautan pasir Gunung Bromo yang permukaannya diselimuti embun beku seperti salju. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Wisatawan tengah berada di lautan pasir Gunung Bromo yang permukaannya diselimuti embun beku seperti salju. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

GRESIKTIMES, MALANG – Sebagai negara tropis, Indonesia tidak mengenal adanya hujan salju layaknya negara empat musim. Adanya fenomena embun frost atau embun beku yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyaknya wisatawan yang penasaran membuat jumlah kunjungan naik drastis.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS Sarif Hidayat mengungkapkan, sejak terjadinya fenomena embun beku, jumlah kunjungan wisatawan di salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Timur ini makin banyak. 

"Maraknya pemberitaan soal fenomena embun frost atau embun upas ini membuat wisatawan penasaran. Ada yang menyebut kalau Bromo ini bersalju," tuturnya.

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, jumlah kunjungan wisatawan pada Mei 2019 tercatat sekitar 53.868 orang. Namun pada Juni 2019, jumlah wisatawan meningkat drastis menjadi sekitar 94 ribu wisatawan. 

"Ada dua faktor penyebab kenaikan jumlah wisatawan secara signifikan, yakni adanya fenomena embun upas, serta musim liburan pada Juni hingga Juli," urainya. 

Meski jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan, namun tak ada pengawasan khusus yang dilakukan BB TNBTS. "Untuk kegiatan pemantauan, masih tetap dilakukan oleh teman-teman di pos masing-masing seperti Penanjakan, Cemorolawang, Coban Trisula, dan Ranupane. Pengawasan juga dibantu mitra kita. Kalau dibutuhkan, baru diturunkan personil dari BB TNBTS," ujarnya. 

Fenomena embun upas ini pertama kali terjadi pada Minggu 16 Juni 2019 lalu. Kawasan Bromo-Semeru membeku biasanya terjadi selama musim kemarau. Sebab, suhu di TNBTS lebih dingin daripada biasanya. Bahkan saat malam hari, suhu di kawasan tersebut bisa mencapai 0 derajat.

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top