Lanjutkan Misi Pendidikan Ki Hadjar, APD Nusantara Adakan Leser Jelata Bentuk Karakter Bangsa melalui Seni Budaya

Leser Jelata bertujuan membentuk karakter masyarakat melalui seni budaya.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Leser Jelata bertujuan membentuk karakter masyarakat melalui seni budaya.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

GRESIKTIMES, BLITAR – Tiada hari tanpa wawasan kebangsaan. Itu yang terus digelorakan Aliansi Pembaharuan Desa (APD) Nusantara. Kemarin Sabtu (13/7/2019) malam, organisasi rakyat beranggotakan para pemuda menggelar pentas "Lesehan Seni Rakyat  Jelata dalam Memperkuat Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa".

Lesehan Seni Rakyat (Leser)  Jelata berlangsung di monument patung koi, wisata Penataran, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Pentas tersebut menampilkan atraksi kendang jimbe, musik akustik menampilkan lagu-lagu bertema nasionalisme dan musikalisasi puisi.

Pertama digelar, pentas ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Bahkan tidak sedikit pengguna jalan yang mampir melihat pertunjukan ini saat melintas di sekitaran patung koi.

Ketua APD Nusantara Agus “Kentunk” Kurniawan mengatakan seni budaya merupakan bagian integral dari masyarakat yang turut andil dalam membentuk karakter bangsa. ”Membangun karakter bangsa melalui seni budaya adalah upaya untuk memperbaiki serta menanamkan cinta tanah air mencakup adat istiadat, nilai-nilai potensi, kemampuan bakat, dan pikiran bangsa yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945,” ungkap dia.

Agus menambahkan, Kabupaten Blitar memiliki identitas daerah yang khas dibandingkan daerah-daerah lain, salah satunya kendang jimbe. Sudah sejak lama Kabupaten Blitar dikenal sebagai penghasil kendang jimbe. Tidak sedikit warga Blitar berprofesi sebagai pengrajin kendang. Lewat pentas inilah lanjut Agus, APD Nusantara selain memberikan edukasi juga ingin mengangkat eksistensi seniman dan pengrajin kendang jimbe.

“Pengrajin kendang jimbe mengalami pasang surut. Salah satunya akibat perdagangan bebas di Asia. Lewat Leser Jelata ini, kami ingin memberikan suntikan semangat kepada mereka. Karena jimbe sudah menjadi ikon Blitar Raya dan harapan kami ke depan, pemda bisa mendorong kerajinan jimbe ini lebih prospektif sehingga mampu bersaing di pasar internasional,” sambungnya.

Dikatakannya, Lesehan Seni Rakyat Jelata akan jadi agenda rutin APD Nusantara. Rencananya kegiatan ini akan digelar satu bulan sekali melalui road show ke desa-desa. 

Menurut Agus, seni dan budaya akan dijadikan strategi APD Nusantara dalam mendidik rakyat di era Revolusi Industri 4.0. Pendidikan karakter macam itu rupanya juga menjadi bagian misi pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Dikutip dari tirto.id, secara tegas Ki Hadjar meyakini, jika sebuah bangsa ingin tumbuh menjadi bangsa yang sehat secara lahir dan batin, maka sistem pendidikan dan pengajaran yang diberikan kepada rakyat harus didasarkan pada prinsip nasional, kultur dan budaya yang ada pada masyarakatnya sendiri.

Ki Hadjar menerapkan metode pembentukan karakter melalui tembang (lagu) dan dolanan (permainan) asli daerah. Tidak sedikit tembang dan dolanan yang diajarkan di sekolah Taman Siswa. Beberapa di antaranya bahkan digali dan dikembangkan sendiri oleh para pamong.

Dolanan Taman Siswa kemudian dikenal sebagai sistem pengajaran yang khas. Tidak sedikit guru dari sekolah lain yang menyambangi Taman Siswa hanya agar dapat mempelajari permainan anak-anak langsung dari para pamong.

“Ki Hadjar meyakini pembentukan karakter terbaik bagi rakyat adalah melalui seni budaya, bukan dari baris berbaris. Baris berbaris itu yang membawa kan penjajah. Kami dari APD Nusantara melalui divisi seni akan memberikan pendidikan karakter kepada rakyat melalui seni budaya sesuai yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara,” ungkapnya.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]gresiktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]gresiktimes.com | marketing[at]gresiktimes.com
Top