Saat evakuasi korban Suyanto (59) di perlintasan Rel Kereta Api Karanglo.
Saat evakuasi korban Suyanto (59) di perlintasan Rel Kereta Api Karanglo.

Nekat berjalan kaki di bantalan rel, Suyanto (59) warga Jl. Memberamo Kota Malang, tewas setelah dihantam kereta api yang sedang melintas di perlintasan kereta Karanglo, pada Selasa (18/2/2020) sekitar pukul 12.00 WIB. Korban diketahui sebagai sopir angkutan kota (angkot) trayek Joyogrand - Piranha - Karanglo (JPK). . 

Menurut keterangan Kapolsek Singosari AKP Farid Fatoni, Suyanto (59) sedang memarkir kendaraannya di sebelah selatan menghadap barat. "Kemudian korban Suyanto berjalan kaki di bantalan Rel Kereta Api jurusan Singosari - Blimbing No Pal. 42+100 di Jl. Raya karanglo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang ke arah selatan," terangnya.

Pada saat posisi korban seperti itu, datanglah kereta api yang sedang melaju cukup kencang. "Kemudian melaju kereta mutiara selatan No. KA. 105 dari utara ke selatan menuju malang dengan membunyikan klakson. Petugas jaga palang pintu Kereta Api Eko Suryo (35) meneriaki korban namun korban tidak menghiraukan, lalu korban tertabrak kereta," tambahnya.

Saat dilakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban oleh Petugas Polsek Singosari sudah tidak dapat tertolong dan meninggal dunia di tempat. Diduga penyebabnya adalah luka pada kepala bagian belakang. "Selanjutnya petugas Polsek Singosari melaksanakan olah TKP dan mendapati kondisi korban sudah dalam kondisi terlentang dan meninggal dunia, dan dilarikan ke RSSA (Rumah Sakit Syaiful Anwar),"Jelasnya.

Petugas yang turut serta bersama Polsek Singosari dalam evakuasi ada dari Muspika Kecamatan Singosari, Relawan Es Teh Anget, PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Security PT. KAI, serta dibantu dengan masyarakat sekitar. 

Petugas mengamankan barang bukti berupa 1 buah ponsel warna hitam dan 1 buah mobil angkutan kota (angkot) dengan nomor polisi N-1154-UA.

Petugas juga mengungkapkan, bahwa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi. "Keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak mau dilakukan autopsi, dan keluarga juga sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah," ungkapnya.