Tersangka Sunari alias Narit (baju tahanan) saat menjalani pemeriksaan di kantor Polsek Turen
Tersangka Sunari alias Narit (baju tahanan) saat menjalani pemeriksaan di kantor Polsek Turen

Setelah hampir satu bulan berstatus buronan polisi, Sunari alias Narit warga Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang akhirnya diringkus polisi. 

Kakek 60 tahun itu hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Turen lantaran terbukti melancarkan aksi pencurian, Kamis (28/2/2020).

”Tersangka yang baru kami amankan ini ditangkap petugas setelah melancarkan aksi pencurian pada awal bulan lalu. Barang yang dicuri adalah laptop dan HP (Handphone),” jelas Kapolsek Turen, AKP Zainul Arifin.

Berdasarkan laporan kepolisian, aksi pencurian yang dilakukan tersangka terjadi pada hari Minggu (2/2/2020) lalu. Tepatnya sekitar pukul 11.00 WIB, pelaku mendatangi sebuah toko perancangan yang berlokasi di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

”Berdasarkan pengakuannya, tersangka melancarkan aksi pencurian seorang diri. Modusnya adalah menyamar sebagai seorang pembeli,” terang Zainul kepada media online ini.

Modus sebagai pembeli ini, lanjut Zainul, dilakukan tersangka guna mengalihkan perhatian dari pelayan toko. Pasalnya, setelah memesan beberapa barang, pelaku yang mengetahui jika korban sedang lengah langsung mengondol HP dan laptop yang ada didalam toko tersebut sebelum akhirnya kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Di sisi lain, korban yang menyadari jika laptop dan HP miliknya telah dicuri memilih melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Anggota Unit Reskrim Polsek Turen yang mendapat laporan, langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan keterangan beberapa saksi mata, pelalu pencurian mengarah kepada tersangka Narit. Sebulan kemudian, polisi yang mengetahui tempat tinggal kakek 60 tahun itu bergegas mengamankannya saat yang bersangkutan berada di kediamannya.

”Selain mengamankan tersangka, kami juga menyita barang bukti berupa satu unit HP dan satu Laptop yang merupakan hasil curian, kasusnya masih dalam tahap pengembangan,” jelas Zainul.

Di hadapan penyidik, tersangka Narit mengaku jika barang hasil curian sempat dijual dan ditawar seharga Rp 800 ribu. Rencananya, uang hasil penjualan akan digunakan untuk biaya pengobatan sang istri yang sedang mengidap sakit.

Lantaran terpepet biaya itulah, kakek yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian itu nekat melancarkan aksi pencurian. ”Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat),” tegas Kapolsek Turen yang berpangkat tiga balok di bahu ini.