Ilustrasi pelaku perampokan (shutterstock)
Ilustrasi pelaku perampokan (shutterstock)

Kasus perampokan yang menimpa seorang nenek tua berusia 87, yakni Stephana Sri Sa’ada Sisro Wirono (87) warga Jl Raya Bareng 2N, RT 11/RW 08, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, hingga saat ini (29/2/2020) masih belum terdapat titik terang. 

Polisi terus mendalami siapa pelakunya dengan memanggil para saksi. penyelidikan.

Perihal penyelidikan kasus tersebut, saat ini petugas telah berupaya melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi yang memang berhubungan dekat dengan korban.

Empat saksi yakni pembantu korban, Sri Suharni, Winarto yang merupakan anak Sri Subarni dan Agus Sutiono yang merupakan sopir korban.

"Masih kami dalami, belum ada perkembangan," jelasnya ketika dihubungi melalui sambungan WhatsApp (28/2/2020).

Dari keterangan Agus, diketahui memang barang korban dua tahun belakangan seringkali hilang, tanpa ketahuan siapa yang mengambilnya.

"Tapi masih belum bisa disimpulkan pelakunya. Keterangan saksi jadi bahan penyelidikan selanjutnya," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang nenek, bernama Stephana Sri Sa’ada Sisro Wirono (87) warga Jalan Raya Bareng 2N, RT 11/RW 08, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (22/2/2020) sekitar pukul 20.15, ditemukan tergeletak bersimbah darah di halaman dalam rumahnya.

Sejumlah luka pada bagian kepala korban, diduga menjadi penyebab korban tidak sadarkan diri.

Selain itu, melihat kondisi korban, diduga ia menjadi korban perampokan.

Dugaan adanya perampokan juga semakin menguat setelah melihat kondisi kamar korban yang acak-acakan. 

Di lapangan diketahui pelaku telah mengambil perhiasan emas milik korban.