Wali Kota Blitar Santoso memberikan sambutan di acara Sema'an Mocopat Banjaran Bung Karno di Istana Gebang.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Wali Kota Blitar Santoso memberikan sambutan di acara Sema'an Mocopat Banjaran Bung Karno di Istana Gebang.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Rangkaian kegiatan  Bulan Bung Karno di Kota Blitar berlangsung secara sederhana di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Memperingati Hari Lahir Presiden Pertama RI Ir Soekarno (Bung Karno) ke 119, Sema’an Mocopat Banjaran Bung Karno digelar Pemerintah Kota Blitar bersama kalangan budayawan dan Kaum Nasionalis Pecinta Bung Karno di Istana Gebang, Jumat (5/6/2020) malam.

Baca Juga : Masih Ada 5 Kepala OPD di Lumajang Yang Dijabat PLT

 

Meski sederhana, namun acara yang digelar di rumah keluarga Bung Karno kali ini terasa istimewa karena dihadiri Anggota DPR RI, Ketua DPP PDIP,  mantan Wakil Gubernur DKI dan mantan wali kota Blitar dua periode Djarot Saiful Hidayat. Mantan orang nomor satu di Blitar Bumi Bung Karno itu datang bersama Anggota Komisi IX DPR RI dari Dapil 6 Jatim Sri Rahayu.

Wali Kota Blitar, Santoso, di kesempatan ini menyampaikan, semaan mocopatan merupakan agenda rutin di Kota Blitar untuk menyambut peringatan hari lahir Bung Karno yang jatuh pada 6 Juni 2020.

“Harapan kami dengan kegiatan ini, semoga arwah Bung Karno dengan segala kegiatan semasa hidup diterima dan segala kesalahanya diampuni oleh Allah SWT,” ungkap Wali Kota Santoso.

Kegiatan kali ini dilaksanakan secara protokol kesehatan Covid-19. Seluruh peserta diwajibkan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Meski sederhana, Santoso berharap acara ini dapat menularkan spirit api perjuangan Bung Karno kepada masyarakat Kota Blitar.

“Semangat perjuangan Bung Karno harus diwarisi. Terlebih di masa kita mengalami pandemi Covid-19 ini satu ajaran yang patut kita tauladani adalah semangat kebersamaan dan kegotongroyongan seperti yang diajarkan Bung Karno dulu, ini sangat relevan. Berbekal ajaran Bung Karno itu semoga virus Covid-19 di Indonesia ini bisa segera berakhir,” tegasnya.

Sementara itu Anggota DPR RI sekaligus tokoh nasional kebanggaan warga Blitar, Djarot Saiful Hidayat, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kota Blitar yang tetap menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno di masa pandemi Covid-19. Meski sederhana, kegiatan-kegiatan yang digelar seperti sema’an macapat membawa karakter semangat ajaran Bung Karno yakni berdikari di bidang budaya.

“Inilah sebetulnya pembentukan karakter, dengan tetap melestarikan budaya Nusantara. Sempat saya singgung di berita, anak-anak usia SD, SMP dan SMA diajari untuk mocopat dan nanti bisa dilombakan,” kata Djarot kepada awak media.

Dikatakanya, meski berada dalam situasi pandemi Covid-19 namun peringatan Bulan Bung Karno harus tetap berlangsung dengan memanfaatkan teknologi dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Makna peringatan ini menurut Djarot, ialah untuk mengambil makna api perjuangan dari Bung Karno.

Baca Juga : Pansus Raperda LP2B Harapkan Masukan dari Perwakilan Desa

 

“Bung Karno lahir saat lagi bangkit-bangkitnya semangat kebangsaan Indonesia melawan penjajah dan Alhamdulilah bisa merdeka. Dan kini kita juga seperti itu, kita harus membawa semangat Bung Karno ini untuk melawan Covid-19. Jangan sampe Covid-19 ini menyebabkan bangsa kita menjadi lemah, kalah dan putus asa. Makanya kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti ini terus kita dorong,” tandasnya.

Sema’an Mocopat  Banjaran Bung Karno dibawakan oleh kalangan seniman tradisi. Menurut Kasi Seni Budaya Dinas Parbudpora dan Ketua Dewan Kesenian Kota Blitar, Andreas Edison, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19 acara kali ini disebut dengan Semaan Lockdown. Selain mengikuti protokol kesehatan, acara kali ini juga tidak mengundang khalayak ramai seperti di tahun-tahun sebelumnya.

“Semaan ini kita hadirkan kalangan tertentu yang kompeten di bidang ini (mocopat).  Peringatan ini bukan kita peringati Bung Karno saja, tapi Soekarno sebagai seorang politisi, ideolog, seorang seniman dan seorang pendiri negara,” terang Andreas.

Lebih dalam Anderas menyampaikan, ajaran Bung Karno akan selalu hidup sebagai nilai-nilai hidup bangsa Indonesia sepanjang jaman. Jika Indonesia ingin hidup merdeka selama-lamanya maka negara ini harus terus berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945.