Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu (Dokumentasi MalangTIMES).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu (Dokumentasi MalangTIMES).

Pemerintah Kota Malang telah mengikuti lomba inovasi daerah new normal yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP). 

Empat inovasi kebanggaan itu pun telah dikemas dalam video menarik dan dikirimkan pada platform yang disediakan.

Baca Juga : Belum Beruntung, Kabupaten Ponorogo Tetap Bangga Ikuti Lomba Inovasi New Normal Kemendagri

Namun sayangnya, empat inovasi kebanggaan tersebut masih belum berhasil memboyong penghargaan lomba new normal ke Kota Pendidikan ini. 

Meski begitu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang tetap melakukan sederet terobosan atas karya ciamik yang telah dihasilkan tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu menyampaikan, meski penghargaan tersebut belum berhasil diboyong ke Kota Malang, namun hasil karya yang ada akan dimaksimalkan lagi.

Terutama untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami lagi tentang tatanan hidup baru yang harus dilakukan. Mulai dari aktivitas selama kehidupan baru hingga upaya pencegahan untuk terhindar dari penyebaran virus Covid-19.

Video tersebut menurutnya akan dikemas dan lebih disempurnakan lagi. Selanjutnya dapat dijadikan bahan edukasi untuk masyarakat yang bisa disebarkan melalui beberapa platform. Tanpa kecuali seluruh media sosial yang dimiliki Pemerintah Kota Malang.

"Sesuai arahan Pak Wali (Wali Kota Malang; red) dan Pak Sekda, video akan disempurnakan lalu dipasang di videotron dan lain sebagainya. Tujuannya agar makna yang ada pada video tersampaikan kepada masyarakat," terangnya.

Lebih jauh Dwi menerangkan, empat inovasi yang dikirimkan dalam lomba inovasi new normal Kemendagri tersebut sepenuhnya telah dijalankan di Kota Malang. Sehingga memang tak mengada-ada atau sengaja diadakan saat mendekat perlombaan.

Dia juga menegaskan jika keempat inovasi itu telah berjalan selama pandemi Covid-19. Tujuannya tentu untuk mengedukasi serta melindungi masyarakat dari persebaran Covid-19.

Keempat layanan dan inovasi tersebut adalah Pasar Genap-Ganjil untuk sektor perdagangan, Kampung Tangguh Mandiri Semeru Glintung Water Street (GWS) untuk sektor pariwisata, inovasi Izin Online (Izol) untum kategori Disnaker-PMPTSP.

Terakhir, inovasi berupa woro-woro dan anjuran melaksanakan protokol kesehatan yang dilakukan petugas Dishub Kota Malang melalui berbagai layanan. Mulai dari traffic light hingga imbauan yang dilakukan dibeberapa titik lalu lintas.

Baca Juga : Gandeng Kantor Pos, Pengurusan Adminduk di Lumajang Diantar Ke Rumah

Keempat inovasi tersebut memiliki keunggulannya masing-masing. Untuk penerapan pasar genap ganjil sendiri adalah untuk menghindari kerumuman pembeli dan pedagang. Sehingga, aktivitas perekonomian dapat tetap berjalan, dan kerumuman dapat lebih diminimalkan

Karena bagaimana pun juga, kerumunan atau keramaian sangat tidak dianjurkan bahkan dilarang selama pandemi Covid-19. Tujuannya adalah untuk menghindari adanya kemungkinan penularan virus Covid-19.

Selanjutnya untuk Kampung Tangguh Mandiri Semeru Glintung Water Street (GWS) sendiri adalah untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mempersiapkan masyarakat dengan tatanan hidup baru. Terutama selama pandemi Covid-19. Mulai dari sektor ekonomi, sosial, budaya, hingga kesehatan.

Kemudian untuk inovasi izin online Disnaker-PMPTSP Kota Malang sendiri memang sudah dilaksanakan untuk mempermudah masyarakat mengurus izin. Sehingga menghindari adanya tatap muka dengan petugas, serta bisa diakses darimana pun.

Sedangkan inovasi ke empat atau yang terakhir adalah inovasi woro-woro Dinas Perhubungan yang dilakukan melalui beberapa ATCS atau Traffic Light. Di mana masyarakat akan diedukasi secara langsung oleh petugas melalui pengeras suara yang ada di masing-masing TL.

Edukasi berupa tata cara hidup dalam kehidupan baru, prinsip physical distancing, hingga pola hidup sehat dan bersih selama pandemi Covid-19.

Dwi optimis, edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara masif dengan berbagai pola tersebut akan meningkatkan kemandirian masyarakat. Sehingga masyarakat lebih terbuka untuk turut serta melakukan gerakan membasmi Covid-19.